FAKTA LAMPUNG / PEMPROV LAMPUNG / Bandar Lampung — Pemerintah Provinsi Lampung melalui Dinas Komunikasi, Informatika dan Statistik Provinsi Lampung bersama Badan Siber dan Sandi Negara menggelar Asistensi Pembentukan Tim Tanggap Insiden Siber (TTIS) dan Bimbingan Teknis Penanganan Insiden Siber Kabupaten/Kota se-Provinsi Lampung di Balai Keratun, Rabu (20/5/2026). Kegiatan ini mengangkat tema simulasi penanganan web defacement judi online dan ransomware sebagai langkah memperkuat kesiapsiagaan daerah menghadapi ancaman siber.
Kepala Dinas Kominfotik Provinsi Lampung Ganjar Jationo menegaskan keamanan siber menjadi fondasi utama tata kelola pemerintahan digital. “Ketika seluruh layanan sudah berbasis digital, maka pengelola keamanan siber inilah yang menjadi penjaga kedaulatan digital Indonesia,” ujarnya. Pemprov Lampung juga menekankan pentingnya membangun budaya keamanan digital mulai dari penggunaan kata sandi yang kuat hingga kewaspadaan terhadap phishing, pencurian data, dan ransomware.
BSSN turut mendorong pembentukan TTIS di seluruh pemerintah daerah serta penguatan kolaborasi Quad Helix yang melibatkan pemerintah, akademisi, industri, dan komunitas keamanan siber. Melalui sinergi tersebut, diharapkan penguatan keamanan digital dapat mendukung pelaksanaan SPBE, interoperabilitas data, dan perlindungan data masyarakat dari ancaman siber yang terus berkembang.(*)













