Laznas Yakesma Kirim Tim Road Trip Solidarity 2025, Perkuat Respons Bencana Sumatera

Kegiatan pelepas Tim Relawan Kemanusiaan Laznas Yakesma dalam program Road Trip Solidarity for Sumatera 2025/Dok. Yakesma.

FAKTALAMPUNG.ID – Lembaga Amil Zakat Nasional (Laznas) Yakesma secara resmi melepas Tim Relawan Kemanusiaan dalam program Road Trip Solidarity for Sumatera 2025, sebuah misi bantuan lintas provinsi yang dirancang untuk menjangkau masyarakat terdampak bencana di Pulau Sumatera.

Para relawan tersebut akan bertugas selama kurang lebih sepuluh hari untuk memperkuat penanganan darurat di berbagai titik terdampak. Mereka nanti akan bergabung dengan relawan yang telah lebih dulu berada di lapangan.

CEO Laznas Yakesma, Dr. Romdlon Hidayat, dalam arahannya menegaskan komitmen institusi dalam meningkatkan respons kebencanaan yang cepat, terstruktur, dan berorientasi pada kebutuhan masyarakat.

“Bencana yang terjadi di Sumatera menuntut respons yang sigap, terkoordinasi, sekaligus humanis. Tim ini tidak hanya membawa bantuan, tetapi juga menyampaikan pesan solidaritas dari masyarakat Indonesia maupun komunitas global,” kata Romdlon dalam keterangannya, Senin (8/12/2025).

“Kami berharap perjalanan panjang ini menjadi bagian dari upaya terbaik untuk meringankan beban saudara-saudara kita,” tambah dia.

Para relawan tersebut, lanjutnya, akan melaksanakan sejumlah agenda penanganan, mulai dari distribusi bantuan logistik, penyediaan layanan kesehatan, dukungan psikososial, hingga asesmen kebutuhan lanjutan di beberapa wilayah bencana.

Melalui program ini, Laznas Yakesma kembali menegaskan komitmennya dalam memberikan pelayanan kemanusiaan yang tepat sasaran dan berkelanjutan.

Program Road Trip Solidarity for Sumatera 2025 dijalankan melalui jalur darat sejauh lebih dari 2.300 kilometer, melewati sejumlah kota dan titik koordinasi Yakesma.

Perjalanan ini mencakup beberapa meeting point strategis seperti Yakesma Cabang Banten, Lampung, Sumatera Selatan, Jambi, Sumatera Barat, Riau, hingga Sumatera Utara.

Setiap titik menjadi pusat konsolidasi logistik sekaligus lokasi penguatan jaringan relawan, sehingga bantuan dapat disalurkan secara cepat, terukur, dan akuntabel.

Romdlon menambahkan bahwa kolaborasi antarwilayah, koordinasi antarcabang, serta dukungan masyarakat menjadi fondasi penting dalam memastikan efektivitas program.

“Kami juga mengajak publik, mitra lembaga, dan pemangku kepentingan lainnya untuk memperluas dukungan melalui donasi maupun kolaborasi program, agar semakin banyak warga terdampak yang dapat memperoleh manfaat dari misi kemanusiaan ini,” pungkasnya.[Mut]

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *