Tidak Terima di Relokasi, Ratusan Pedagang Minta Pemerintah Tinjau Ulang Relokasi

Oplus_16908288

Tanggamus (FAKTALAMPUNG) – Ratusan pedagang yang tergabung dalam Forum Pedagang Pasar Pagi GSG Pekon Talang Padang, Tanggamus, Lampung, menyatakan penolakan terhadap rencana relokasi yang dilakukan oleh kantor kecamatan setempat.

Ratusan para pedagang tersebut menolak di relokasi lantaran dinilai akan berdampak pada penurunan pendapatan dan keberlangsungan usaha mereka.

“Penolakan tersebut kita sampaikan melalui surat yang telah kami kirimkan ke Kantor Kecamatan Talang Padang sekaligus membalas surat pemberitahuan tentang relokasi,” Kata Tim penasihat hukum dari LBH Adila Nawa Yoga, Sulaiman Suhaimi, Jumat (17/7).

Dia melanjutkan terhadap surat yang telah dikeluarkan oleh camat setempat, menurutnya tidak mempunyai regulasi ketentuan hukum dan urgensinya terkait akan dilakukan penertiban pada pasar GSG Talang Padang.

“Pasar GSG Talang Padang itu berdiri bukan diatas tanah pemerintah melainkan tanah perseorangan yang disewa oleh pedagang. Selain itu mereka juga berdagang sudah ada 14 tahun yang lalu,” kata dia.

Ia menambahkan, terkait keberadaan pasar tersebut, katanya, para pedagang sama sekali tidak mengganggu lalulintas lantaran jam operasional tersebut dimulai sejak Pukul 01.00 WIB dinihari hingga Pukul 05.00 WIB.

“Sehingga kami menilai penertiban oleh kecamatan tersebut tidak ada regulasi hukumnya dan urgensinya, karena itu kami telah bersurat dengan berbagai tembusan untuk menolak adanya penertiban tersebut,” kata dia lagi.

Dalam hal relokasi tersebut, tambah dia, para pedagang tersebut meminta agar pemerintah dapat meninjau ulang kerugian atau keuntungan para pedagang yang akan dipindahkan. Dirinya juga berharap, ada forum dialog yang dilakukan oleh pemerintah sebelum mengambil keputusan final.

“Kami juga mendapat informasi bahwa nilai sewa di tempat yang baru itu terlalu tinggi dan diluar kemampuan para pedagang. Sedangkan di tanah yang sekarang ini, mereka bergotong royong membayarnya untuk pertahun sehingga hal itu membuat para pedagang merasa tidak terlalu berat,” katanya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *