Mendiktisaintek Brian Yuliarto Apresiasi Sistem Pengolahan Sampah Terintegrasi UGM

Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Mendiktisaintek), Brian Yuliarto meninjau langsung fasilitas pengolahan sampah di Pusat Inovasi Agro Teknologi (PIAT) Universitas Gadjah Mada. (Dok. Ist)

Faktalampung.id, NASIONAL – Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Mendiktisaintek), Brian Yuliarto, memberikan apresiasi tinggi terhadap sistem pengolahan sampah terintegrasi UGM di Yogyakarta. Fasilitas yang dikelola melalui Pusat Inovasi Agro Teknologi (PIAT) UGM ini dinilai sebagai model percontohan nasional dalam menangani limbah secara modern dan terpusat.

Sistem pengolahan ini bekerja dengan mengumpulkan sampah dari berbagai sumber, termasuk wilayah kampus, hotel, rumah sakit, hingga lingkungan masyarakat di sekitar universitas. Sampah yang terkumpul kemudian diproses menggunakan berbagai teknologi guna memastikan tidak ada limbah yang terbuang sia-sia ke tempat pembuangan akhir.

Teknologi Inovasi dan Kapasitas Pengolahan

Sistem di PIAT UGM mencakup pengolahan sampah organik menjadi kompos serta pemanfaatan teknologi biokonversi. Salah satu inovasi unggulannya adalah budidaya maggot yang berfungsi mempercepat dekomposisi sampah organik dengan kapasitas mencapai 10 ton per hari.

Menteri Brian Yuliarto menegaskan bahwa kelengkapan proses ini merupakan bukti nyata peran perguruan tinggi dalam menghadirkan solusi lingkungan. Ia berharap sistem ini dapat terus dikembangkan kualitasnya agar dapat direplikasi oleh institusi lain di seluruh Indonesia.

“Proses pengolahan sampah sangat lengkap. Semoga kualitasnya bisa terus ditingkatkan lagi, sehingga pada akhirnya pengelolaan sampah yang modern ini bisa kita pandang sebagai percontohan dalam penanganan sampah yang terintegrasi,” ujar Brian Yuliarto melalui keterangan tertulis di Jakarta, Minggu (15/2/2026).

Kampus Sebagai Laboratorium Inovasi

Selain pengolahan skala besar, UGM juga melakukan diseminasi praktik baik melalui model pengolahan sampah sederhana kepada komunitas di sekitar kampus. Langkah ini menunjukkan bahwa perguruan tinggi memiliki posisi strategis dalam mendukung agenda nasional mengenai pengelolaan sampah berkelanjutan.

Mendiktisaintek mendorong agar perguruan tinggi di Indonesia menjadi living laboratory atau laboratorium hidup bagi inovasi teknologi ramah lingkungan. Hal ini mencakup seluruh rantai pengolahan, mulai dari daur ulang hingga konversi sampah menjadi sumber energi alternatif.

“Inisiatif ini menunjukkan bahwa perguruan tinggi tidak hanya berperan dalam pengembangan riset dan teknologi, tetapi juga dalam menghadirkan solusi konkret yang dapat direplikasi untuk mendukung agenda nasional pengelolaan sampah berkelanjutan,” tambahnya.

Mendukung Gerakan Indonesia ASRI

Langkah nyata pengolahan sampah terintegrasi UGM ini sejalan dengan arahan Presiden Prabowo Subianto. Kepala Negara sebelumnya menginstruksikan seluruh jajaran pemerintah, baik pusat maupun daerah, untuk konsisten melakukan penanganan sampah secara menyeluruh.

Sebagai bentuk tindak lanjut, pemerintah meluncurkan Gerakan Indonesia Aman, Sehat, Rapi, dan Indah (ASRI). Gerakan ini merupakan langkah konkret untuk memperkuat konsistensi pembersihan lingkungan dan pengelolaan sampah di seluruh penjuru Indonesia demi masa depan yang lebih hijau dan sehat.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *