Puncak Musim Hujan 2026, BNPB Laporkan Rentetan Bencana Banjir hingga Erupsi Gunung Lewotobi

Kondisi banjir yang melanda permukiman warga di empat kecamatan di Kabupaten Pasuruan, Provinsi Jawa Timur, pada Minggu (4/1). (Dok. BNPB)

Faktalampung.id, NASIONAL – Memasuki awal tahun 2026, Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) merilis laporan perkembangan situasi kebencanaan di Indonesia. Selama periode 4-5 Januari 2026, tercatat sejumlah wilayah dilanda bencana banjir akibat cuaca ekstrem. Di saat yang sama, aktivitas vulkanik Gunung Lewotobi Laki-laki di Nusa Tenggara Timur (NTT) juga masih menunjukkan peningkatan status.

Hujan dengan intensitas tinggi yang mengguyur sebagian besar wilayah Indonesia pada Sabtu (3/1) memicu banjir di beberapa provinsi, antara lain Lampung, Jawa Timur, Kalimantan Barat, Nusa Tenggara Barat (NTB), dan Banten.

Sebaran Banjir di Berbagai Daerah

Di Jawa Timur, bencana banjir merendam empat kecamatan di Kabupaten Pasuruan, yakni Gondang Wetan, Rejoso, Winongan, dan Grati dengan ketinggian air 10-50 sentimeter. Sebanyak 216 Kepala Keluarga (KK) terdampak, meski pada Minggu (4/1) genangan dilaporkan mulai surut.

Kondisi serupa terjadi di Kabupaten Sambas, Kalimantan Barat. Luapan Sungai Asuangsang menggenangi Desa Tempapan Hulu dan Desa Sijang di Kecamatan Galing. Sebanyak 1.100 jiwa terdampak, serta 220 rumah, dua tempat ibadah, dan satu sekolah terendam.

“Hingga Minggu (4/1) banjir terpantau belum surut,” tulis laporan BNPB.

Sementara itu, di Kabupaten Lampung Timur, akses jalan Belimbing-Jabung terputus akibat banjir yang melanda Desa Mekar Jaya. Di NTB, banjir lumpur menerjang Desa Boro dan Desa Kore di Kabupaten Bima, merusak 15 unit rumah dan menutup akses jalan.

Dampak Parah di Banten

Cuaca ekstrem berupa hujan deras dan angin kencang juga menghantam wilayah Banten pada Jumat (2/1). Di Kota Serang, banjir merendam enam kelurahan dan berdampak pada 4.531 jiwa. Sebanyak 1.266 rumah terendam air setinggi 20-100 sentimeter.

Di Kabupaten Serang, dampak yang ditimbulkan lebih luas. Banjir melanda 13 desa di delapan kecamatan, menyebabkan 11.700 jiwa terdampak. Kerugian material meliputi 3.145 rumah warga, fasilitas pendidikan, hingga 108 hektare lahan persawahan yang terancam gagal panen.

Waspada Erupsi Gunung Lewotobi

Selain hidrometeorologi, BNPB juga menyoroti aktivitas vulkanik. Sejak 24 Desember 2025, status Gunung Lewotobi Laki-laki di Flores Timur, NTT, telah dinaikkan dari Siaga (Level III) menjadi Awas (Level IV).

Data kegempaan terbaru per Minggu (4/1) mencatat puluhan gempa vulkanik dan tremor yang mengindikasikan masih adanya tekanan energi.

“Kondisi ini dapat mengarah kemungkinan terjadinya pelepasan energi dalam bentuk erupsi apabila tekanan terus meningkat,” jelas laporan pengamatan tersebut.

Masyarakat diminta tidak beraktivitas dalam radius 6 kilometer dari pusat erupsi. Selain itu, potensi banjir lahar hujan juga perlu diwaspadai mengingat saat ini sedang memasuki puncak musim hujan, terutama bagi warga yang bermukim di sekitar aliran sungai yang berhulu di puncak gunung.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *