LSM SIMULASI LAMPUNG SOROTI PENGELOLAAN ANGGARAN KEMENAG PRINGSEWU SEBESAR Rp50,4 M

Pringsewu – Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) Simulasi Lampung menyoroti dugaan permasalahan dalam pengelolaan anggaran pada Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Pringsewu. Sorotan ini didasarkan pada Daftar Isian Pelaksanaan Anggaran (DIPA) petikan tahun 2025, di mana Kemenag Kabupaten Pringseuwu tercatat mengelola anggaran sebesar Rp50.496.364.000.

Koordinator Aksi LSM Simulasi Lampung, Agung Irwansyah, mengungkapkan bahwa pihaknya telah melayangkan surat resmi terkait pengelolaan anggaran tersebut. Namun, hingga saat ini, surat tersebut belum mendapatkan respons yang jelas dari pihak Kemenag Kabupaten Pringsewu.

“Kami sebelumnya telah menyurati secara resmi mengenai pengelolaan anggaran ini. Namun, sampai sekarang belum ada jawaban atau tindak lanjut yang jelas,” ujar Agung Irwansyah saat ditemui awak media, Selasa (16/5/2026).

Menurut Agung, ketidakjelasan respons ini menjadi salah satu indikasi lemahnya transparansi dan akuntabilitas dalam pengelolaan keuangan negara di lingkungan Kemenag Kabupaten Pringsewu. Pihaknya menilai bahwa anggaran sebesar lebih dari lima puluh miliar rupiah tersebut perlu diawasi secara ketat agar tidak terjadi potensi penyimpangan atau kebocoran.

“Kami akan menjadwalkan aksi unjuk rasa dalam waktu dekat sebagai bentuk protes dan tekanan publik agar pihak Kemenag Kabupaten Pringsewu segera membuka akses informasi dan memberikan klarifikasi resmi,” tegas Agung.

Hingga berita ini diturunkan, pihak Kementerian Agama Kabupaten Pringsewu belum memberikan tanggapan resmi terkait surat dan tuntutan dari LSM Simulasi Lampung tersebut.

Aksi unjuk rasa direncanakan akan digelar dalam waktu dekat di depan Kantor Kemenag Kabupaten Pringsewu, dengan melibatkan sejumlah elemen masyarakat dan pegiat anti korupsi.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *