FAKTABANDUNG.ID – Wardah kembali menghadirkan inovasi terbaru di lini perawatan kulit dengan meluncurkan Derma Sensitive Skin Rescue Moisturizer, pelembap yang dirancang khusus untuk kulit sensitif.
Mengusung pendekatan evidence-based science, produk ini dikembangkan untuk menjawab kebutuhan konsumen Indonesia yang semakin sadar akan pentingnya perawatan kulit yang lembut, aman, dan teruji secara klinis.
Tren kulit sensitif menunjukkan pertumbuhan signifikan, baik secara global maupun di Indonesia. Data dari Mordor Intelligence mencatat Indonesia menyumbang 43,07% pasar sensitive skincare di kawasan ASEAN pada 2025.
Angka ini mencerminkan tingginya permintaan terhadap produk yang mampu merawat kulit sensitif tanpa memicu iritasi.
Faktor eksternal seperti polusi, paparan sinar matahari di iklim tropis, stres, hingga kebiasaan penggunaan skincare aktif berlapis kerap menurunkan toleransi kulit. Ketika skin barrier terganggu, kulit menjadi lebih mudah mengalami kemerahan, rasa perih, hingga reaksi berlebihan terhadap stimulus ringan.
Banyak orang akhirnya terjebak dalam sensitive skin cycle, yaitu kondisi ketika kulit hanya ditenangkan sementara tanpa memperbaiki akar masalahnya.
Melihat fenomena tersebut, Wardah mengembangkan filosofi barrier-first care pada Derma Sensitive Skin Rescue Moisturizer. Produk ini tidak hanya berfungsi meredakan gejala, tetapi juga membantu memperkuat skin barrier dan meningkatkan skin tolerance untuk penggunaan jangka panjang.
Menurut Arum Pratiwi, Senior Head Brand Wardah Skincare Advance, kulit sensitif memerlukan pendekatan berkelanjutan.
“Kami menghadirkan pelembap harian yang membantu membangun toleransi kulit agar tetap nyaman dan tidak mudah kembali reaktif,” katanya dalam keterangan tertulis yang diterima redaksi, Selasa, 24 Februari 2026.
Dari sisi dermatologis, Dr. Arini Widodo menjelaskan bahwa kulit sensitif memiliki ambang toleransi rendah terhadap berbagai rangsangan. Kerusakan skin barrier dapat meningkatkan transepidermal water loss (TEWL) dan memicu respons neuro-inflamasi.
“Karena itu, rutinitas perawatan yang lembut dan konsisten menjadi kunci utama untuk memutus siklus iritasi,” katanya.
Secara formulasi, produk ini mengombinasikan Neutrazen™, Madecassoside, dan Biomimetic Ceramide. Neutrazen™ membantu menenangkan respons iritasi dan mendukung skin immunity.
Madecassoside efektif meredakan kemerahan sekaligus memperkuat lapisan pelindung kulit.
Sementara Biomimetic Ceramide bekerja meniru lipid alami kulit untuk menjaga kelembapan dan ketahanan barrier. Teksturnya ringan sehingga nyaman digunakan di iklim tropis dan cocok untuk pemakaian harian.
Berdasarkan uji klinis, pelembap ini menunjukkan efektivitas sejak penggunaan pertama. Tercatat perbaikan tekstur kulit dan penurunan kekasaran hingga 12,13%, peningkatan hidrasi sebesar 21,11%, serta penurunan kemerahan hingga 93,55% setelah dua minggu pemakaian.
Selain itu, penggunaan rutin juga membantu mengurangi ukuran jerawat hingga 89,71%, serta menekan lesi inflamasi maupun non-inflamasi sekitar 25% dalam dua minggu.
Hasil ini diperkuat melalui consumer test terhadap 36 perempuan dengan kulit sensitif selama dua minggu. Sebanyak 90% panelis merasakan kulit lebih lembap, 94% mengaku kemerahan dan rasa gatal berkurang, serta 90% merasakan sensasi perih berkurang sejak awal pemakaian.
Peluncuran ini sekaligus menjadi bagian dari komitmen Wardah dalam mengedukasi masyarakat bahwa kulit sensitif bukanlah tanda kelemahan, melainkan kondisi yang memerlukan pendekatan tepat dan terpercaya.
Dengan dasar ilmiah yang kuat dan fokus pada peningkatan toleransi kulit, Derma Sensitive Skin Rescue Moisturizer hadir sebagai solusi perawatan jangka panjang yang aman dan efektif.
Produk ini telah tersedia melalui official store Wardah dan dapat diperoleh secara eksklusif melalui peluncuran khusus di platform e-commerce, memberikan akses yang lebih luas bagi konsumen terhadap solusi perawatan kulit sensitif berbasis dermatologis.[mut]













