FAKTALAMPUNG.ID — Kepala Sekolah SD Negeri 3 Sindang Sari, Kecamatan Kotabumi Selatan, Kabupaten Lampung Utara, memberikan klarifikasi atas video viral yang menyoroti menu Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang dinilai tidak layak konsumsi.
Ia membenarkan bahwa video tersebut dibuat secara sadar sebagai wujud kepedulian terhadap kualitas pelaksanaan MBG, sekaligus sebagai bentuk dukungan terhadap program prioritas Presiden Prabowo Subianto dalam upaya pemenuhan gizi anak-anak sekolah.
Kepala sekolah tersebut juga 1menegaskan rasa bangga dan apresiasinya terhadap Program MBG yang digagas Presiden Prabowo, karena dinilai memiliki tujuan strategis dalam membangun kualitas gizi generasi penerus bangsa.
“Saya mengklarifikasi, mengakui, benar adanya video yang saya buat kemarin mengenai masalah dapur MBG. Saya bangga, saya berterima kasih, saya senang dengan adanya program Bapak Prabowo yang terhormat. Karena tujuan bapak untuk memenuhi gizi generasi penerus bangsa, saya bangga pak,” katanya dalam klarifikasinya yang dikutip redaksi, Kamis (15/1/2026).
Namun demikian, ia menekankan bahwa kritik yang disampaikannya tidak ditujukan kepada kebijakan maupun program nasional tersebut, melainkan kepada pihak pelaksana di tingkat dapur MBG Sindang Sari yang dinilai lalai dalam menjalankan tugas.
Menurutnya, kekecewaan muncul karena pihak dapur MBG memiliki tanggung jawab langsung dalam penyediaan asupan makanan bagi siswa SDN 3 Sindang Sari, sehingga kelalaian dalam pelaksanaan dianggap mencederai semangat besar program nasional.
“Saya tidak menyalahkan program bapak. Justru saya bangga. Akan tetapi, saya kecewa dengan yang melaksanakan program bapak khususnya di dapur MBG Sindang Sari karena mereka yang memberi asupan kepada SD Negeri 3 Sindang Sari. Itu saya tidak terima dengan kelalaian mereka yang menjalankan program itu,” ungkap Kepala Sekolah tersebut.
Ia berharap ke depan pengelola dapur MBG dapat melakukan pembenahan menyeluruh dan evaluasi kinerja agar bekerja lebih profesional, sehingga tujuan utama Program MBG tetap terjaga dan kepercayaan publik terhadap program unggulan pemerintah tidak tergerus.
“Saya hanya minta mereka membenahi, evaluasi lebih profesional dalam bekerja karena program ini program Bapak Prabowo. Saya sangat mendukung. Saya tidak suka yang di bawah, yang menjalani, melalaikan atas program ini,” harapnya.[Mut]













