Viral Kayu Gelondongan Hanyut Saat Banjir Sumut, Kemenhut Endus Potensi Modus Cuci Kayu Ilegal

Dirjen Gakkum Kemenhut Dwi Januanto Nugroho. (Dok. Ist)

Faktalampung.id, NASIONAL – Kementerian Kehutanan (Kemenhut) akhirnya buka suara merespons beredarnya video viral yang memperlihatkan ribuan kayu gelondongan hanyut terseret arus banjir bandang di wilayah Sumatera Utara (Sumut). Fenomena ini memicu spekulasi publik mengenai adanya aktivitas pembalakan liar yang memperparah dampak bencana.

Direktur Jenderal Penegakan Hukum (Gakkum) Kemenhut, Dwi Januanto Nugroho, dalam keterangan persnya di Jakarta, Jumat, menyebutkan bahwa berdasarkan deteksi awal, kayu-kayu tersebut kemungkinan besar berasal dari Pemegang Hak Atas Tanah (PHAT) yang berada di kawasan Areal Penggunaan Lain (APL).

“Kita deteksi bahwa itu dari PHAT di APL. PHAT adalah Pemegang Hak Atas Tanah. Di area penebangan yang kita deteksi dari PHAT itu di APL, memang secara mekanisme untuk kayu-kayu yang tumbuh alami itu mengikuti regulasi kehutanan dalam hal ini adalah SIPU, Sistem Informasi Penataan Hasil Hutan,” kata Dwi Januanto.

Dugaan sementara dari pihak kementerian, material yang terlihat dalam video tersebut adalah sisa-sisa kayu bekas tebangan yang sudah lapuk, yang kemudian terbawa oleh derasnya arus banjir.

Potensi Modus Pencucian Kayu Ilegal

Meski indikasi awal mengarah pada aktivitas PHAT, Kemenhut tidak menutup mata terhadap kemungkinan lain. Dwi Januanto mengakui bahwa tim Gakkum kerap membongkar modus operandi licik berupa “pencucian” kayu ilegal hasil pembalakan liar (illegal logging) yang seolah-olah dilegalkan melalui skema PHAT.

Praktik ini bahkan pernah ditemukan di beberapa wilayah yang saat ini sedang dilanda bencana, seperti di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat. Ketika ditanya awak media mengenai kemungkinan kayu gelondongan hanyut tersebut merupakan hasil dari modus pencucian kayu ilegal, Dwi tidak menampiknya.

“Kawan-kawan masih ngecek, ya tapi kita sinyalir ke situ,” jelasnya tegas.

Pemeriksaan secara menyeluruh dan mendalam masih perlu dilakukan oleh tim Gakkum Kemenhut. Namun, proses investigasi di lapangan saat ini masih terkendala oleh situasi bencana banjir yang masih berlangsung di lokasi kejadian.

Sorotan Netizen

Sebelumnya, jagat maya dihebohkan dengan rekaman video amatir yang diduga diambil di kawasan Tapanuli Selatan dan Tapanuli Tengah, Sumatera Utara. Video tersebut memperlihatkan pemandangan mengerikan di mana batang-batang kayu besar ikut hanyut bersama air bah yang menerjang pemukiman.

Banyak warganet yang mengaitkan fenomena kayu gelondongan hanyut tersebut dengan masifnya deforestasi di Pulau Sumatera. Kerusakan hutan di wilayah hulu dituding menjadi biang kerok utama terjadinya banjir bandang dan tanah longsor yang intensitasnya semakin meningkat belakangan ini.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *